TNI Gadungan Rampas Perhiasan Mahasiswi Ditangkap

Rimanews – Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, menangkap warga Sumenep yang melakukan perampasan perhiasan mahasiswi dengan modus menjadi TNI-AD gadungan berpangkat Sertu. “Tersangka bernama Moch Arifin (30) warga Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep,” kata Kapolres AKBP Yudo Nugroho Sugianto di Sampang, Jumat (22/05/2015). Baca Juga Empat PNS Tertangkap Tangan Saat Ambil Dana Desa Rp 1 Miliar Partai Pendukung Tak Lagi All Out Menangkan Ahok BPBD: Empat Warga Pidie Jaya Meninggal Dunia Ia menjelaskan, korban TNI gadungan itu Winarni Indah Lestari (21), mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Surabaya. Kasus perampasan ini berawal ketika Arifin menjemput korban di kampusnya. Pelaku dan korban kenal melalui jejaring sosial. Saat berkenalan ia mengaku bernama Wahyu Pranata dan bertugas di Jakarta. Setelah menjemput korban, TNI gadungan ini langsung membawa korban ke Sampang, dengan alasan ingin menemui saudaranya. Pria ini juga mengaku hendak mengenalkan Indah, sapaan karib Winarni Indah Lestari, kepada familinya yang ada di Sampang. “Indah ini percaya dan menuruti keinginan pelaku,” tutur kapolres. Sesampainya di tempat kejadian perkara di persawahan Desa Pangarengan, korban lalu diturunkan paksa, kemudian ditodong dengan pistol mainan yang dibawa pelaku, lalu meminta semua barang-barang yang dibawa korban. “Pelaku ini lalu meninggalkan begitu saja korban di persawahan tempat ia diturunkan paksa, setelah menggasak semua barang dan perhiasan korban,” kata Yudo Nugroho. Korban selanjutnya meminta bantuan warga, menghubungi keluarganya yang ada di Sampang dan melaporkan kasus itu ke Mapolres Sampang. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan, dan segera menangkap tersangka. Selain menangkap Moch Arifin, polisi juga menangkap temannya bernama Ahmad Riyadi (20) karena terbukti ikut serta membantu pelaku dalam melakukan aksi kejahatan itu. Kepada tim penyidik Polres Sampang, Moh Arifin mengaku sudah ketiga kalinya melakukan aksi perampasan dengan modus mengaku sebagai anggota TNI-AD itu. Pertama di Kediri, lalu di Mojokerto, dan terkahir di Sampang. Tersangka membeli seragam lengkap TNI-AD itu di Wonokromo, Surabaya, dengan tujuan untuk meyakinkan dan mempermudah aksinya. Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa sepasang seragam TNI-AD lengkap, 1 buah pistol mainan, dua buah helm Kostrad, tas ransel dan barang berharga milik korban. “Tersangka kami jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : TNI Gadungan , Sampang , Madura , Perampasan , kriminal , Nasional

Sumber: RimaNews