Sambut Piala Dunia 2022, Qatar Hanya Bangun Delapan Stadion

Enam tahun dari sekarang, semua mata akan tertuju ke Qatar, sebuah negara di Timur Tengah yang siap menggelar Piala Dunia pada 21 November 2022.
Terpilihnya negeri kaya minyak itu bukan tanpa kontroversi. Dengan suhu udara yang mencapai 50 derajat itu, banyak pihak mempertanyakan urgensi Piala Dunia digelar di sana.
Tetapi keputusan sudah diambil oleh FIFA dan final Piala Dunia 2022 akan berlangsung pada 18 Desember, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Qatar.
Slogan “Qatar Deserves The Best” atau “Qatar Yang Terbaik” kini terpampang di beberapa tempat di Doha, terutama di tempat-tempat yang sedang dibangun untuk fasilitas Piala Dunia 2022. Tetapi resesi global ternyata berdampak juga terhadap negara paling kaya di dunia ini, sehingga dari 12 rencana pembangunan stadion baru, mereka hanya mampu memebangun delapan.
Ini sudah menjadi sarat minimum yang ditetapkan FIFA. Satu stadion itu kemungkinan akan dibiayai oleh swasta, bukan dana negara.
Lima stadion sedang dibangun dan stadion utama bernama Stadion Internasional Khalifa akan selesai tahun depan. Stadion ini akan dipakai untuk Kejuaraan Atletik pada 2019 mendatang.
Tetapi proyek lainnya ditunda atau skalanya diperkecil, termasuk proyek rekayasa lekungan Pantai Laut Arab dengan tempat untuk pengunjung di atasnya. Ini semua karena resesi global.
Masalah lain yang menjadi fokus adalah soal tidak cukupnya kamar hotel di Doha untuk menampung para pemain dan pengunjung yang akan berdatangan ke negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari padang pasir.
Melarang Alkohol
Qatar sangat keras soal alkohol, dimana tidak diperkenankan menjual dan meminum alkohol di tempat-tempat umum dan sebagian besar restoran.
Alkohol hanya dijual di beberapa hotel dengan harga 10 satu gelas wine atau bir. Jika kedapatan meminum di tempat umum, akan dikenakan pasal pidana.
Orang asing yang bekerja di Doha, jika ingin minum alkohol di rumah harus membeli di tempat yang sudah ada izin dan itu pun hanya diberikan kepada mereka yang sudah lama menetap. Alkohol tidak boleh di bawah masuk ke negeri itu dan pemeriksaan keamanan di bandara sangat ketat.
Soal alkohol ini, Hassan Al Thawadi, Ketua Pelaksana Komite Organisasi Qatar pernah mengeluarkan pernyataan melarang penjualan alkohol di stadion-stadion.
Itu disampaikan ketika Sekjen FIFA, Fatma Samoura melakukan inspeksi ke sana dua pekan lalu. Belakangan dia mengatakan, pernyataan itu adalah pendapat pribadinya.
Tentu larangan menjual alkohol ini akan menjadi pusat perhatian FIFA yang mendapat sponsor dari Budweiser, yang ingin menjual alkohol di dalam stadion.
Belakangan Al Thawadi mengatakan, pihaknya ingin membuat zona bebas alkohol untuk fan. “Tidak ada konsumsi alkohol di jalan-jalan, tempat umum dan ini final.”
“Negara kami jelas posisinya soal alkohol dan peraturan dan tradisi kami tidak bisa dikompromi. Secara pribadi, saya menolak menyediakan alkohol di stadion-stadion. Tujuan kami untuk menempatkan alkohol di beberapa tempat yang jauh dari ruang publik,” katanya

Gusti Lesek/CAH
The Sun

dom3minions.com prediksi togel hongkong Sumber: BeritaSatu