Tiga Institusi Pemerintah Diperiksa Terkait Pembalakan

Rimanews – Terkait adanya dugaan pembalakkan liar di Gunung Pabeasan dan Gunung Aseupan, aparat kepolisian akan meminta keterangan kepada tiga pengelola hutan, yakni Tahura Banten, Litbang IPB, dan Perhutani. Ketiga pihak itu dianggap mengetahui kondisi alam dan kerapatan hutan di wilayahnya. Sehingga pada akhirnya akan diketahui penyebab terjadinya longsor dan banjir bandang yang terjadi pada 25 Juli 2016 minggu lalu. Baca Juga Dua Orang Tewas Tertimpa Runtuhan Rumah di Lebak 177 Orang Tewas Akibat Longsor di Tahun 2016 Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Pekan Ini Dua Rumah di Yogyakarta Tertimbun Tanah Longsor Puluhan Orang Bersenjata Kepung Polisi “Kita akan panggil Pemerintah Daerah terutama dari Dinas Kehutanan juga bagaimana pengelolaannya (hutan). Pokoknya semua yang terkait dengan permasalahan itu akan kita panggil, termasuk kepala desa akan kami panggil karena dokumen sementara ada dari kepala desa,” kata Kombespol Nurullah, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Banten, Senin (01/08/2016). Dirinya mengakui telah memeriksa lebih dari 10 orang, namun hanya empat saksi yang diminta datang ke Polda Banten. Aparat kepolisian pun terus melakukan pemeriksaan dokument terkait pengelolaan dan kepemilikkan lahan di dua gunung tersebut. Selain itu, penyalur dan pemilik kayu gelondongan yang ada di sekitar Banten pun akan dilakukan pemeriksaan, khususnya di sekitar lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor. “Waktu pas memantau pakai helikopter, kami melihat ada beberapa wilayah yang bekas tebangan. Namun, kami belum bisa memastikan apakah itu penebangan liar atau bukan. Fokus perhatian penyelidikan ada di daerah yang terkena longsor. Tapi yang terparah di Carita. Karena sudah mengganggu ketertiban umum dan ada korban yang meninggal dunia sampai satu keluarga empat orang,” terangnya. Karenanya, aparat kepolisian akan berusaha mentracking bagaimana tragedi bencana longsong di Carita yang menyebabkan empat orang meninggal dunia bisa terjadi. “Karena adanya longsor, indikasinya apa. Kita lihat dari prosesnya hingga terjadi longsor. Di Carita itu tidak pernah ada longsor,” tegasnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : pembalakan liar , Longsor , banjir bandang banten , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews