Ruki Akui Ada Keteledoran Pengawasan Senpi di KPK

Rimanews – Selain mengambil langkah proaktif menyelesaikan gesekan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki juga mengklarifikasi soal kepemilikan senjata api penyidik. Ruki mengakui adanya keteledoran lembaga antisuap tersbut dalam melakukan pengawasan. Baca Juga Polri Benarkan Ada Aliran Dana Makar KPK Ajari Anak-Anak Bahaya Korupsi Bupati Nganjuk Tersangka Korupsi KPK Tetapkan Anggota DPR Golkar Tersangka DVI Kumpulkan 11 Sampel DNA Keluarga Korban Pesawat Jatuh Usai melakukan pertemuan sejam Ruki yang didampingi Adnan Pandu Praja dan Indiriyanto Seno Adji di Mabes Polri mengatakan, senjata yang berada di tangan penyidik bukan senjata gelap. Senpi jenis pistol tersebut milik KPK tahun 2003. “Senjata itu kita beli waktu pimpinan KPK jilid pertama sebanyak 100. Kita titipkan di sini (Polri). Sebagian kita gunakan untuk pinjam pakai diproses di kepolisian,” jelas Ruki, Jumat (20/2). Dirinya juga mengakui jika senpi yang berada di penyidik telah habis masa ijinnya. “Itu keteledoran manajemen, bukan senjaya api gelap,” ujarnya. Karena kesalahan administrasi di KPK, lanjutnya, jangan sampai jadi perkara dan bukan merupakan kejahatan. Dirinya akan menarik semua senjata yang ada di penyidik dan ditaruh di Mabes Polri. Sementara jika ada penyidik KPK yang menggunakan milik pribadi dan terjadi pelanggaran, maka kepolisian berhak untuk menindak. “Senpi pribadi milik perorangan tidak ada sangkutan dengan KPK. Emang orang KPK kebal hukum,” tandasnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : KPK , Ruki , Senpi Penyidik , polri , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews