HT Bantah Instruksikan Pencairan Dana Restitusi Mobile-8

Rimanews – Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) membantah dirinya memberi instruksi kepada Dirut PT Mobile-8 (Smartfren), Hidayat Tjandradjaja untuk mencairkan dana restitusi pajak. Hal itu disampaikan usai diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi restitusi pajak di Kejaksaan Agung, Senin (11/04/2016). Diungkapkannya bahwa jaksa penyidik kembali menanyakan hal yang sama pada pemeriksaan sebelumnya. “Enggak ada, enggak perlu ditanya lagi, sudah dijawab,” katanya ketika ditanya wartawan mengenai pengakuan Hidayat yang diperintahkan HT saat itu selaku Komisaris di Mobile-8 saat itu untuk mencairkan dana restitusi di KPP Surabaya, Jawa Timur. Baca Juga Kejagung Dinilai Tak Serius Kaji Berkas Ahok Kontroversi Penahanan Ahok Ahok Ditahan Tergantung Kejaksaan Siang Ini Ormas di Bawah FPI Geruduk Kejaksaan Agung Hari Ini Polisi Serahkan Ahok ke Kejaksaan Agung Diterangkannya bahwa selaku Komisaris di Mobile-8 tidak terlibat dalam mengambil kebijakan mengenai operasional perusahaan. “Posisi saya sebagai komisaris. Jadi gini yah, saya hanya mengurus soal kebijakan tidak turun ke operasional,” ungkap Ketua Umum Partai Perindo itu. Sementara itu Jaksa Agung Muda Pidan Khusus (Jampidsus) Arminsyah mengatakan, ada 21 pertanyaan dari penyidik ke HT. Salah satu yang ditanya mengenai instruksi HT kepada Hidayat. “Jawaban dia (HT) lupa karena banyak (usahanya),” kata Arminsyah. Sebelumnya, dugaan korupsi PT. Mobile-8 muncul setelah penyidik Kejagung menemukan transaksi palsu antara perusahaan tersebut dan PT Jaya Nusantara pada periode 2007-2009. Transaksi ini yang menjadi dasar pengajuan permohonan restitusi oleh perusahaan telekomunikasi tersebut. Ketua tim penyidik dugaan korupsi PT Mobile 8, Ali Nurdin, menjelaskan PT Jaya Nusantara tidak mampu untuk membeli barang dan jasa telekomunikasi milik PT Mobile 8. Alhasil, transaksi direkayasa dan seolah-olah terjadi perdagangan dengan membuatkan invoice sebagai fakturnya. Permohonan restitusi tersebut dikabulkan Kantor Pelayanan Pajak dan masuk ke bursa pada 2009. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Hary Tanoesoedibjo , kejaksaan Agung , Mobile-8 , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews