Eks Kepala SKK Migas Setelah Bermutasi Jadi Seekor Koruptor, Terancam Penjara 20 Tahun!

JAKARTA, RIMANEWS – Eks Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini terancam 20 tahun penjara. Sebab, dinyatakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbukti menerima hadiah dan janji, berupa uang sebesar 200 ribu dolar Singapura, 900 ribu dolar Amerika dari Widodo Ratanachaitong selaku perwakilan PT Kernel Oil Singapura dan Fossus Energy melalui Direktur Operasional PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya. Serta, 522.500 dolar Amerika dari Artha Meris Simbolon. “Bersama-sama dengan Deviardi selama tahun 2013, menerima hadiah atau janji, berupa uang 200 ribu dolar Singapura dan 900 dolar Amerika dari Widodo Ratanachaitong atau PT Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) melalui Simon Gunawan Tanjaya (Direktur Operasional Kernel Oil Indonesia) dan 522.500 dolar dari Artha Meris Simbolon,” kata jaksa Riyono saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (7/1). Riyono mengatakan bahwa penerimaan uang 200 ribu dolar Singapura dan 900 ribu dolar Amerika diterima Rudi terkait tugas dan jabatannya selaku Kepala SKK Migas. Di antaranya, adalah menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas Kondemsat Senipah Bagian Negara pada 7 Juni 2013 untuk priode Juli 2013. Kedua, menyetujui kargo pengganti minyak mentah Grissik Mix Bagian Negara untuk priode Februari-Juli 2013 untuk Fossus Energy Ltd. Selanjutnya, menggabungkan lelang terbatas Minyak Mentah Minas/SLC Bagian Negara dan Kondensat Senipah Bagian Negara untuk priode Agustus 2013. Keempat, menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang pada lelang terbatas Minyak Mentah Minas/SLC Bagian Negara sengan Kondensat Senipah Bagian Negara pada 4 Juli 2013 untuk priode Agustus 2013. Kelima, menggabungkan tender kondensat Senipah dan Minyak Mentah Duri untuk priode September-Oktober 2013. Dan terakhir menunda pelaksanaan tender Kondensat Senipah priode September-Oktober 2013. Sedangkan pemberian dari Artha Meris selaku Presiden Direktur Kaltim Parna Industri (KPI), menurut Riyono agar terdakwa menurunkan formula harga gas PT KPI kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam penjelasannya, Rudi dikatakan menerima uang-uang tersebut melalui Deviardi yang merupakan seorang pelatih Golf. Selain itu, uang diterima Rudi dari Widodo diterimanya secaara bertahap, yakni 200 ribu dolar Singapura, 200 ribu dolar Amerika, 300 ribu dolar Amerika, 400 ribu dolar Amerika. Sutan Bhatoegana Disebut Terima Uang Tetapi, dalam surat dakwaan juga terungkap bahwa tidak hanya Rudi yang menerima sejumlah uang dari Widodo Ratanachaitong. Melainkan, nama politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana juga disebut menerima bagian dari uang yang diterima Rudi. Riyono mengungkapkan bahwa Sutan Bhatoegana selaku Ketua Komisi VII DPR menerima 200 ribu dolar Amerika dari bagian yang diterima Rudi yaitu 300 ribu dolar Amerika. “Pada tanggl 26 Juli 2013, Deviardi menyerahkan uang 300 ribu dolar Amerika yang diterima dari Simon ke terdakwa d gedung Plasa Mandiri Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Selanjutnya, dari uang 300 ribu dolar Amerika tersebut, menurut terdakwa diberikan kepada Sutan Bhatoegana melalui Tri Yulianto sebesar 200 ribu dolar Amerika di sebuah toko di Jalan MT Haryono Jakarta Selatan,” jelas Riyono. Sedangkan sisanya, lanjut Riyono, disimpan oleh terdakwa disimpan dalam safe deposit box Bank Mandiri. Atas perbuatannya, Rudi diancam dengan Pasal 12 huruf a UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. Atau Pasal 12 huruf b jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. Atas perbuatannya, terhadap Rudi terancam dengan pidana maksimal selama 20 tahun penjara. (Juf/RM/SP) Baca Juga PDIP Dinilai Paling Solid Menangkan Ahok Beban Moral Partai NasDem Menangkan Ahok Partai Pendukung Tidak Lagi All Out Menangkan Ahok Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , Pelaksana , Eks Kepala Satuan Kerja Khusus , Kegiatan Usaha , Hulu Minyak , Polhukam , Pelaksana , Eks Kepala Satuan Kerja Khusus , Kegiatan Usaha , Hulu Minyak , Polhukam , Pelaksana , Eks Kepala Satuan Kerja Khusus , Kegiatan Usaha , Hulu Minyak

Sumber: RimaNews