Chiellini Tak Ambil Pusing soal Kontroversi yang Diapungkan Napoli

Soal kontroversi yang diangkat oleh Napoli, usai laga di leg pertama semifinal Coppa Italia, tak mau diambil pusing Giorgio Chiellini. Menurut bek Juventus itu, hal-hal semacam ini sebagai obrolan khas di bar-bar.
Saya sudah mendengar obrolan-obrolan bar seperti ini sebelumnya. Di hari Minggu, saya menyaksikan Inter-Roma dan dengan segala hormat, sebuah tim layak mendapatkan kemenangan dengan sangat jelas, karena mereka jelas mendominasi pertandingan dan lebih tangguh di setiap aspek, katanya kepada Rai Sport.
Saat menjamu Napoli pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Juve menang 3-1 kala di Juventus Stadium. Kebobolan lebih dulu lewat gol Jose Callejon, Juve membalas melalui dua penalti Paulo Dybala dan satu gol dari Gonzalo Higuain.
Namun, Napoli menuding kekalahan mereka lebih disebabkan karena keputusan-keputusan kontroversial wasit Paolo Valeri. Pada penalti yang pertama, Dybala dinilai sengaja mencari kontak dengan Kalidou Koulibaly.
Sementara pada penalti kedua, selain Pepe Reina dinilai lebih dulu menghalau bola sebelum kemudian menabrak Juan Cuadrado, Napoli menilai sudah ada pelanggaran lebih dulu terhadap Raul Albiol oleh Miralem Pjanic dan Leonardo Bonucci. Chiellini lantas membandingkan hal serupa setelah pertandingan Inter Milan vs AS Roma akhir pekan kemarin, yang dimenangi Roma 3-1.
Saya tidur dan orang-orang berbicara soal berbagai hal kecuali performa Nainggolan, Szczesny, dan Fazio. Hal yang sama terjadi malam ini. Pada akhirnya, semua kontroversi ini cuma menyedot energi mereka dan tidak benar-benar menyentuh kami, kami kami tahu apa yang kami lakukan di lapangan, imbuhnya seperti dikutip Football Italia.
Chiellini berharap, tim-tim Italia khususnya yang sedang berkiprah di kompetisi Eropa, lebih fokus pada penampilan mereka ketimbang mengeluhkan hal-hal semacam ini.
Saya berharap, sebagai orang Italia yang baik, bahwa Napoli tidak membuang terlalu banyak energi karena saya ingin mereka mengalahkan Real Madrid di Liga Champions. Saya senang melihat dua tim Italia memenangi grup Liga Champions mereka, yang mana belum terjadi entah selama berapa tahun. Saya ingin Roma tampil baik di Liga Europa juga. Tapi asal tahu saja, cuma di kompetisi Eropa saja, demikian bek 32 tahun ini.
(Andika Primasiwi, ds / CN26)
Comments comments

dom3minions.com bandar bola Sumber: SuaraMerdeka