Pukul Pemain Sendiri, Fiorentina Pecat Pelatih

, Florence – Pertengkaran pemain antara kubu lawan biasa terjadi di dalam sepak bola. Bahkan, perkelahian antar rekan setim pun beberapa kali terjadi. Namun, bagaimana jadinya jika pelatih baku hantam dengan pemainnya sendiri? Itulah yang terjadi di laga Fiorentina melawan Novara di Artemio Franchi, Kamis dinihari, 3 Mei 2012. “Pertempuran” itu terjadi antara pelatih Fiorentina, Delio Rossi, dengan pemainnya sendiri, Adem Ljajic. Kejadian berawal ketika Ljajic digantikan oleh Ricardo Oliveira ketika laga baru berjalan setengah jam dan Fiorentina masih tertinggal 0-2 dari tamunya. Tak puas pada keputusan sang pelatih, sambil berjalan menuju bangku cadangan Ljajic mengacungkan jempol secara sarkastik kepada Rossi. Merasa tersinggung, Rossi yang sedang berdiri itu langsung menghampiri pemain asal Serbia tersebut. Segera saja Rossi mendaratkan tinjunya itu ke muka Ljajic. Dalam tayangan video, tampak Rossi beberapa kali melepaskan tinjunya itu sambil ditengahi oleh staf pelatih Fiorentina. Hasil laga itu sendiri berakhir sama kuat 2-2. Akibat kejadian itu, Fiorentina langsung memecat Rossi. “Sayangnya itu adalah insiden serius dan kami telah mempertimbangkan bahwa dia orang yang tenang. Tetapi kami harus memecat pelatih,” kata pemilik Fiorentia, Andrea Della Valle. Della Valle juga mengatakan bahwa Rossi menerima keputusan itu dan akan segera meminta maaf. Soal Ljajic sendiri, Della Valle menyebut pemain berusia 20 tahun itu juga akan diberi hukuman. Namun, hukuman itu baru akan dibicarakan esok hari. “Juga akan ada hukuman bagi pemain karena ia memprovokasi pelatih, bahkan jika pelatih tidak bereaksi,” ujar dia. Rossi sejatinya baru ditunjuk melatih La Viola pada awal November tahun lalu menggantikan Sinisa Mihajlovic dengan harapan memperbaiki performa tim. Meskipun begitu, pelatih berusia 51 tahun itu juga kesulitan mengangkat posisi Stevan Jovetic dan kawan-kawan. Saat ini mereka berada di posisi ke-15 dengan perolehan 42 poin atau hanya berjarak enam angka dari zona degradasi. Seri-A sendiri masih menyisakan dua laga lagi. | IRVAN SAPUTRA

Sumber: Tempo.co