Pemerintah Didesak Tetapkan Standar Upah Layak untuk Wartawan

RIMANEWS-Hingga saat ini masih banyak awak media yang belum memperoleh penghasilan yang layak, jaminan asuransi kesehatan, dan berbagai hak lainnya yang seharusnya didapat para pemburu berita. Untuk itu pula, Ketua Umum Poros Wartawan Jakarta (PWJ), B Ali Priambodo, di Jakarta, Minggu (9/2), mendesak pemerintah segera menetapkan dan mengesahkan upah layak wartawan serta jaminan asuransi kesehatan bagi wartawan secara nasional. Baca Juga Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Pembubaran Kebaktian Natal Pembubaran Kegiatan Natal di Bandung Tragedi Intoleransi Kader Mendukung Anies-Sandi, PDIP Dinilai Tetap Solid Jika berdasar pada upah layak wartawan, gaji atau honor jurnalis pemula sebesar Rp 3,5-4 juta, kemudian setelah 2 tahun, naik sebesar Rp 6 juta, dan seterusnya disertai dengan jaminan kesehatan, asuransi kecelakaan, dan premi pendidikan jika wartawan tersebut mau melanjutkan jenjang pendidikan sesuai dengan kebutuhan kantor media terkait. Namun demikian, kata Dodo, begitu ia disapa, upah tersebut sebaiknya juga disesuaikan dengan wilayah kerja wartawan, apakah itu di kepulauan, daerah terpencil atau tempat-tempat tertentu yang mengeluarkan ongkos lebih, atau tempat-tempat yang memang harga-harga kebutuhan pokok dan transportasinya di atas rata-rata. Menurutnya, perlunya ada standarisasi upah layak hidup minimun wartawan dan berbagai hak lainnya, karena semua jurnalis umumnya sama-sama mencari berita. Namun pada kenyataannya terdapat kesenjangan antara wartawan elektronik dan online. “Sesuai kebutuhan dan kebijakan kantor media, kantor media harusnya berpijak pada upah layak wartawan,” tandasnya. Ia mengatakan, wartawan dalam UU diakui sebagai buruh, tanggung jawab terhadap jaminan kesehatan dan kesejahteraan tidak lagi semata-mata menjadi tanggung jawab perusahaan media, tetapi juga tanggung jawab negara. “Insan pers sebagai warga negara yang mempunyai fungsi menjalankan pelaksanaan pilar demokrasi, layak mendapat jaminan untuk meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan,” tandasnya. Menurutnya, ada lebih dari 50 jenis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan itu tidak sebanding dengan upah yang diperoleh jurnalis saat ini. 50 jenis itu berdasarkan kebutuhan yang ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Tapi setidaknya, nilai Dodo, sejumlah kebutuhan di bawah ini seharusnya bisa menjadi ukuran upah layak yang harusnya bisa diterima wartawan, sandang (3 -4 bulan sekali belanja pakaian, sepatu dan lain-lain), papan (tetap, sewa, kontrak), pangan (lauk pauk sederhana minimal Rp 15 ribu 3 x sehari x 30 hari), pulsa minimal Rp 100 ribu per bulan), hiburan (nonton dan piknik 1 x sebulan), – service kendaraan minimal Rp 200 ribu per bulan, lain-lain (parfum, acesoris dan lain-lain), termasuk biaya polis asuransi.[ach/gatra] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Nasional , wartawan , Upah , Nasional , wartawan , Upah , Nasional , wartawan , Upah

Sumber: RimaNews