Pembekuan PSSI Dicabut, Perasaan Matias Ibo Malah Campur Aduk

Ternyata pencabutan pembekuan PSSI oleh Kemenpora ditanggapi fisiotrapis kenamaan Indonesia dengan perasaan campur adik. Matias Ibo mengaku perasaanya campur aduk dengan keputusan Kemenpora yang mencabut pembekuan kepada PSSI. Disatu sisi ia senang, tapi di sisi lain ia mempertanyakan apa manfaat dari pembekuan PSSI selama setahun ini. Apakah sudah terlaksana atau belum hingga akhirnya harus dicabut. “Pertama perasaan campur aduk dengan pencabutan ini. Timnas ada kesempatan main lagi tinggal menunggu keputusan FIFA, jika tidak sama saja boong. Kedua, dicabut apa hasil pencabutan ini setelah setahun satu bulan. Dicabut apa hasil yang telah dicapai? Jadi, perasaan campur aduk, jika hasil lebih baik bagus, jika tidak gimana,” ungkap Matias kepada Bolalob . “Meski ada pertandingan dan kompetisi berjalan, tapi sejauh mana berpengaruh ke timnas Indonesia. Pemain unsettle karena berpindah-pindah klub mengikuti turnamen. Jadi, stabilitas pemain kurang, Saya kini di Semen Padang dan dari (turnamen) Jendral Sudirman hingga ISC sekarang (skuat) sama dan stabil, tapi ada tim lain pemainnya ganti-ganti. Dan jika ke timnas harus stabil permainan pemainnya,” lanjut fisioterapis pertama timnas Indonesia ini. “Menpora membekukan PSSI dengan beberapa alasan yang memiliki tujuan memperbaiki agar lebih bagus, sekarang dengan adanya pencabutan apa hasilnya? Jadi, kalo ga ada sama aja boong. setahun lebih dibekukan ga ada hasil,” ujarnya. “Pemain kehilangan pekerjaan karena hanya ikut turnamen. Perubahan signifikan mengganti semua personel. Apakah sekarang ada yang baru dan akan ada KLB, tapi belum tentu ada KLB,” pungkas Matias yang terus mempertanyakan apa hasil pembekuan PSSI selama setahun lebih ini oleh Kemenpora. BACA JUGA: Menpora Sudah Laporkan Dicabutnya Pembekuan PSSI ke FIFA Dicabutnya Pembekuan PSSI Masuk Pembahasan Kongres FIFA

Sumber: Bolalob