Jepang Ikut Kecam Tindakan Israel Bangun Permukiman

Rimanews – Jepang menyatakan penyesalan atas keputusan terbaru Israel membangun 1.060 unit rumah baru di Yerusalem Timur, dan mengatakan pengumuman itu berdampak negatif pada situasi keamanan saat ini di Yerusalem terutama ketika ketegangan sedang meningkat di sekitar Masjid Al-Aqsa. “Ini jelas bertentangan dengan upaya masyarakat internasional terhadap perjanjian gencatan senjata mengenai Jalur Gaza dan mewujudkan solusi dua negara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepng Kuni Sato dalam sebuah pernyataan, Kamis (30/10). Baca Juga Israel Gusur Rumah Suku Badui Palestina di Negev 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh PM Inggris Jadi Pemimpin Wanita Pertama yang Hadiri KTT Negara Teluk “Kegiatan permukiman adalah pelanggaran hukum internasional, dan Jepang telah berulang kali menyerukan Israel untuk sepenuhnya membekukan kegiatan permukiman,” kata Sato. Pada Senin (27/10), pemerintah Israel mengatakan bahwa pihaknya memajukan rencana untuk membangun 660 rumah di Ramat Shlomo dan 400 lainnya di Har Homa distrik, Yerusalem Timur. “Jepang sangat menyerukan kepada Israel untuk menahan diri dari setiap tindakan sepihak yang mengubah status Yerusalem Timur serta Tepi Barat dan berhenti melaksanakan rencana tersebut demi kemajuan proses perdamaian,” kata Sato. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : permukiman yahudi , Tepi Barat , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews