Tujuh Kisah Sukses Manajer Buangan Membalas Bekas Klub

VIVA.co.id – Jose Mourinho dipecat untuk kedua kalinya oleh Chelsea pada Kamis, 17 Desember 2015. Sebagai pelatih yang dianggap sukses, dia diyakini tidak bakal kesulitan untuk mencari klub baru. Dilansir dari Mirror pada Sabtu, 19 Desember, Mourinho tidak perlu pergi jauh, karena ada serta mungkin bertambah klub di Premier League, yang membutuhkan manajer pengganti. Marah, kecewa dan keinginan untuk balas dendam, wajar dirasakan oleh seorang manajer yang disingkirkan. Apalagi jika dia merasa dikhianati, seperti yang dikatakan oleh Mourinho sebelum dipecat. Jika Mourinho bergabung dengan klub Premier League lain, kemudian sukses melakukan pembalasan, dia tidak akan menjadi orang pertama. Berikut adalah tujuh manajer yang sukses membalas bekas klub mereka: Claudio Ranieri Ranieri menangani Chelsea antara 2000-2004. Dia membangun skuad yang sukses mendapat tempat di Liga Champions, membuat Roman Abramovich tertarik membeli klub London itu pada 2003. Dia dipecat pada 2004, walau bisa membawa Chelsea finis sebagai runner-up, digantikan oleh Jose Mourinho. Dia kembali ke Premier League pada musim ini, menangani Leicester City yang sukses mengalahkan Chelsea akhir pekan lalu. Brian Clough Setelah sukses memberi titel Divisi Satu bagi Derby County musim 1971/1972, Brian Clough dipaksa mengundurkan diri karena perselisihan terkait masalah transfer pemain. Lima tahun kemudian Clough memenangkan titel bersama Nottingham Forrest. Clough juga memenangkan dua piala Eropa untuk klub barunya, memberi kesuksesan bagi Forrest, yang membuatnya juga mendapatkan status sebagai salah satu ikon dalam sepakbola Inggris. Sementara Derby terus terpuruk dan terdegradasi pada awal 1980an. Jupp Heynckes Pada 1998 Jupp Heynkckes menjadi satu dari sedikit manajer, yang bernasib mengenaskan. Jupp memenangkan Liga Champions untuk Real Madrid, tapi kemudian dipecat. Hanya di Real Madrid manajer sukses kehilangan pekerjaan. Tepat satu dekade kemudian Jupp menangani Bayern Munich, yang sukses mengalahkan Real Madrid di semi-final Liga Champions. Real Madrid ketika itu berada ditangani oleh Jose Mourinho. Carlo Ancelotti Setelah sukses bersama Reggiani dan Parma akhir 1990an, Carlo Ancelotti mendapat tawaran dari Juventus. Dia gagal memperoleh trofi pada musim keduanya di Turin, kemudian langsung dipecat. Beberapa bulan kemudian dia ditarik oleh AC Milan. Ancelotti memberikan dua trofi Liga Champions, satu scudetto dan Copa Italia. Fabio Capello Setelah dua musim yang sukses sebagai manajer AC Milan pada pertengahan 1990an, musim terakhirnya berjalan buruk bersama Rossoneri. Dia hanya bisa membawa AC Milan finis di posisi 10 Serie A dan segera dipecat. Dia kemudian direkrut AS Roma, yang dibawanya memenangkan titel Serie A pada musim 2000/2001. Giallorossi bahkan finis dengan keunggulan 26 poin dari AC Milan. Sam Allardyce Allardyce menangani Newcastle antara 2007-2008, lalu dipecat dengan alasan yang terkesan tidak logis. Newcastle terdegradasi tidak lama kemudian, sementara Allardyce menerima tawaran Sunderland. Sebagai manajer Sunderland, dia telah mengalahkan Newcastle sebanyak enam kali berturut-turut. Timothy Sherwood Sherwood menggantikan Andre Villas-Boas di Tottenham Hotspur pada 2013. Dia dipecat setahun kemudian, lalu melatih Aston Villa dan membawa tim barunya menang 1-0 di White Hart Lane. VIVA.co.id –

Sumber: VivaNews