Puluhan Tenaga Kerja Tiongkok Bekerja di PLTMH Lebong

Bengkulu- Tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, sampai saat ini mencapai puluhan orang. Mereka bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Kecamatan Tras Ladang Palembang, Kecamatan Lebong Utara. “TKA Tiongkok yang bekerja di Kabupaten Lebong tercatat 30 orang. Mereka bekerja di pembangkit listrik dan pertambangan emas,” kata Plt Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lebong, Bambang Tegoeh, di Bengkulu, Jumat (18/11). Ia mengatakan, jumlah TKA itu akan bertambah lagi ke depan, karena saat ini ada 15 warga Tiongkok yang sedang mengurus izin tinggal dan bekerja di Imigrasi Bengkulu. “Mereka masuk ke Indonesia melalui PT Energi Sakti Sentosa dan dipekerjakan di PT Bangun Tirta Lestari,” ujarnya. Bambang menambahkan, keberadaan orang asing asal Tiongkok ini, terus dipantai Dinsosnakertrans Lebong, guna mengantisipasi masuknya TKA ilegal. Sebab, banyak TKA asal Tiongkok dikembalikan Imigrasi karena tidak memiliki izin menetap dan bekerja di Indonesia. TKA ilegal yang dipulangkan tersebut direkrut salah satu perusahaan batu bara di Bengkulu Utara. “Kita tidak menginginkan ada TKA asal Tiongkok yang tidak memiliki dokumen resmi. Karena itu, pihaknya rutin menggelar razia,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Kepala Imigrasi Bengkulu, Fajri. Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pengecekan terhadap TKA di Bengkulu, terutama dari Tiongkok. Hal ini untuk memastikan apakah mereka memiliki izin masuk ke Indonesia, termasuk ke Provinsi Bengkulu. Terakhir Imigrasi Bengkulu mendatangi sejumlah TKA asal Tiongkok yang sedang menginap di salah satu hotel di Kabupaten Lebong. Dari hasil pengecekan dokumen keimigrasi, ternyata mereka mengantongi izin menetap dan bekerja di Kabupaten Lebong. TKA ini bekerja di PT Bangun Tirta Lestari yang membangun PLTMH di Kecamatan Lebong Utara. Fahri menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait aktif melakukan pemantuan terhadap keberadaan orang asing termasuk para TKA asal Tiongkok. “Jika ada informasi dari masyarakat tentang TKA langsung kita datangi untuk memastikan apakah mereka masuk secara legal atau ilegal. Bagi yang ilegal kita proses dan kembalikan ke negara asalnya,” ujarnya. Usmin/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu