Pantauan Aktivitas Gunung Slamet Terus Diintensifkan

Rimanews- Sejak April 2014 status gunung Slamet dinyatakan dalam status siaga. Hingga saat ini letusan-letusan kecil masih terus terjadi. seiring terus terjadinya letusan dan gempa di puncak gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa itu Pemantauan aktivitas Gunung Slamet di Pos Pengamatan Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang kembali diintensifkan. Petugas di Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi mengatakan, Gunung Slamet masih terus mengeluarkan aktivitas letusan dan kegempaan dengan intensitas fluktuatif. Baca Juga Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja Banser ingin bantu amankan natal, ini respons Kapolda Metro Demokrat: Tak perlu menyindir kebijakan masa lalu “Letusan-letusan abu masih terjadi dengan rata-rata ketinggian 400 sampai 800 meter,” kata Sukedi, Kamis (31/7). Sedangkan aktivitas kegempaaan yang terjadi didominasi oleh gempa hembusan. Aktivitas letusan dan kegempaan tersebut masih belum mempengaruhi status Gunung Slamet yang sampai kemarin masih berstatus Waspada. “Rekomendasi masih sama, masyarakat diimbau untuk tidak berada di radius 2 kilometer dari puncak,” ujar Sukedi. Meski belum ada tanda-tanda peningkatan status, pengamatan terhadap aktivitas Gunung Slamet diintensifkan untuk mengetahui lebih dini kecenderungan aktivitas yang terjadi. “Kami mengamati lebih intensif termasuk melakukan pengukuran suhu air satu kali dalam satu minggu dari sebelumnya dua minggu sekali,” ungkap Sukedi. Pengukuran suhu air di antaranya dilakukan di tiga sumber air panas Guci, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal yakni Pandansari, Pengasihan, dan Sikaya. Dari hasil pengecekan yang dilakukan suhu air panas di tiga sumber air panas tersebut berkisar 40-61 derajat celcius. “Untuk sumber air panas di Guci masih aman,” papar Sukedi. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : gunung , Slamet , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews