Menara BRK Mangkrak, PT Waskita Terancam Pidana

Rimanews – Pemerintah Provinsi Riau memberi batas waktu PT Waskita Karya untuk segera menuntaskan tanggung jawab menyelesaikan proyek Menara Bank Riau-Kepri (BRK) hingga akhir 2014. Pemprov Riau bakal menindak tegas perusahaan plat merah tersebut. “Kami kasih lah waktu sampai akhir bulan ini. Kalau tidak, tentu ada tindakan tegas sesuai ketentuan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail, Selasa (2/12). Baca Juga Oknum Polisi di Riau Terlibat Sindikat Narkoba Internasional Kapal Karam di Riau, Dua Orang Tewas Puluhan Orang Bersenjata Kepung Polisi Tindakan tegas yang dimaksud tidak lagi dalam bentuk perdata, melainkan pidana. Karena itu, lanjut Zaini, Waskita Karya sebagai kontraktor harus menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai kesepakatan. Salah satu yang harus diselesaikan Waskita adalah pemasangan mesin pendingin. Mesin AC yang biasanya berada di luar diletakkan di basement sehingga tempat parkir terasa panas. Ditegaskan Sekda, Pemprov Riau telah menuntaskan tanggung jawab dengan membayarkan 95 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 214 miliar. Seperti diketahui, pembangunan BRK dikerjakan sejak 2010 dan berakhir 2012. Hingga kini, BRK belum dituntaskan menyusul konflik antara BRK dan Waskita. Akibatnya, Menara BRK terbengkalai. Waskita meminta tambahan dana sebesar Rp 8 miliar, dan BRK menolaknya. Sementara, dari hasil audit menemukan beberapa spesifikasi barang yang tak sesuai dengan kontrak. Selain itu, penempatan AC Outdoor di basement juga salah, karena minimnya sirkulasi udara. Konflik kedua pihak berujung di persidangan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). BANI memutuskan bank plat merah tersebut diwajibkan membayar Rp 214 miliar sesuai nilai kontrak. Sementara, Waskita diwajibkan menyelesaikan sejumlah perbaikan.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Waskita , Riau , pidana , Bank Riau-Kepri , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews