Mantan Korban Perbudakan Pabrik Kuali Dilatih Jadi Montir

Rimanews – Sebanyak 11 mantan buruh kuali yang menjadi korban perbudakan di Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu, kini mendapat pelatihan teknik sepeda motor, “Technical Training Level 1” (TTL 1) di PT Wahana Makmur Sejati (WMS) Tangerang. Ketua Yayasan Wahana Artha Andrea Soekamto di Tangerang, Selasa, mengatakan bahwa pelatihan dilakukan di “Main Dealer” sepeda motor Honda Jakarta – Tangerang mulai 11 hingga 15 Agustus. Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Dikatakannya, dalam pelatihan tingkat pertama tersebut, mereka diberi pengetahuan dasar mengenai sepeda motor Honda seputar pelayanan perawatan (“maintenance service”). Setelah TTL 1, pihak yayasan juga akan memberi mereka kesempatan magang di berbagai Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) milik Wahana Artha Ritelindo (WARI) yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan Tangerang. “Mantan buruh kuali tersebut masih memiliki kesempatan untuk bekerja meski pernah mengalami kekerasan. Yayasan Wahana Arta terpanggil untuk memberikan bantuan khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya. Selain menyelengarakan TTL 1 dan kesempatan magang, pada tanggal 3 hingga 9 September, juga akan dilaksanakan dengan TTL 2. Sementara itu, pelatihan teknik sepeda motor bagi korban buruh yang merupakan kegiatan pemulihan, dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Yayasan Wahana Artha serta WMS. Semmentara itu, Syamsul Munir, perwakilan dari Kontras mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh MWS, sangat baik karena bisa mengembalikan mental para korban. “WMS memberikan kegiatan nyata dan peluang kerja kepada para korban,” ujarnya. Head of Technical Service Department WMS, Taryudin, mengatakan tidak ada perbedaan dengan training yang biasa dilakukan, meski dengan latar belakang peserta yang berbeda. Materi yang diberikan pun sama dengan pada umumnya seperti kepada mekanik AHASS. “Pembekalan ini kami harapkan dapat membantu mereka untuk dapat bekerja dibidang teknik sepeda motor atau mandiri dapat membuka bengkel motor sendiri. Kami berharap peserta dapat total dan berperan aktif mengikuti program,” kata Taryudin. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : perbudakan , Tangerang , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews