Iran Kirim Ratusan Tentara ke Suriah

Rimanews – Iran dilaporkan mengerahkan ratusan tentaranya ke wilayah utara dan pusat Suriah, meningkatkan campur tangan Tehran dalam perang sipil yang sedang terjadi di negara tersebut. Para tentara Iran itu akan bergabung dengan pasukan Hizbullah dan memiliki misi untuk mengambil alih kembali wilayah-wilayah penting dari tangan pemberontak dengan bantuan serangan udara Rusia. Kedatangan mereka, menurut pejabat lokal dan aktivis kepada Associated Press, Rabu (14/10/2015), semakin menegaskan tujuan intervensi militer yang dilakukan Rusia. Melemahkan kekuatan ISIS adalah prioritas kedua, sementara prioritas utama mereka adalah untuk menopang kekuasaan Bashar al-Assad. Baca Juga 14 tentara Turki tewas di Suriah Ratusan kendaraan tinggalkan Aleppo timur Bana Alabed bertemu Erdogan Kebun mawar di Aleppo berubah jadi pemakaman Evakuasi ribuan warga Aleppo tertunda Hal ini tentu akan semakin membuat kelompok-kelompok pemberontak dukungan Barat tertekan, karena harus menghadapi banyak musuh sekaligus, dan kemungkinan akan memaksa lebih banyak warga sipil meninggalkan tempat tinggalnya hingga menyebabkan gelombang pengungsi baru. Pejabat lokal, yang sangat mengetahui detil operasional Suriah, mengatakan bahwa tentara Pengawal Revolusi Iran—yang saat ini berjumlah 1.500 personel—mulai tiba dua minggu lalu, setelah Rusia mulai melakukan serangan udara di negara tersebut. Jumlah tersebut meningkat secara drastis akhir-akhir ini. Hizbullah, yang didukung Iran, juga mengirimkan pasukan baru ke Suriah, katanya kepada Associated Press. Tujuan utama mereka adalah untuk mengamankan jalan raya Hama-Aleppo yang sangat strategis dan menguasai kembali kota Jisr al-Shughour di Provinsi Idlib dari tangan pemberontak. Pasukan pemerintah Assad kehilangan kota tersebut pada April lalu setelah kalah dalam pertempuran dengan beberapa kelompok, termasuk Jabhat Nusra. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Tentara Iran , Serangan Udara Rusia , Suriah , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews