Bosan, Presiden Minta Pertandingan Langsung Adu Penalti

VIVA.co.id – Cerita menggelikan kembali muncul dari kancah sepakbola Afrika. Kali ini terjadi di negara Mauritania. Sebuah laga sepakbola di sana harus dihentikan dan lanjut ke babak adu penalti pada menit 63. Itu karena mendapat perintah langsung dari Presiden yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Duel tersebut adalah final Piala Super antara FC Tevragh-Zeina melawan ACS Ksar. Kedudukan masih imbang 1-1 ketika Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz memerintahkan laga langsung saja dilanjutkan ke babak tos-tosan. Diduga orang nomor satu di Mauritania itu merasa bosan menyaksikan kedua tim bertanding. Karena yang meminta adalah kepala negara, wasit tak kuasa menolak dan menjalankan instruksi. Akhirnya Tevragh Zeina keluar sebagai juara setelah menang dalam adu penalti. Sementara itu, usai pertandingan Ketua Federasi Sepakbola Mauritania, Ahmed Ould Abderrahmane, langsung mengeluarkan pernyataan kalau langkah tersebut adalah sebuah bentuk intervensi dari Presiden. Dia menjelaskan kalau tindakan tersebut sudah menjadi kesepakatan oleh pihak terkait. “Saya membantah adanya intervensi dari kepala negara. Keputusan yang dibuat merupakan kesepakatan organisasi dalam hal ini para presiden klub dan pelatih kedua tim,” ungkap Abderrahmane dikutip Gazzetta World. (one)

Sumber: VivaNews