Akhir Tahun Jalur Pedestrian Kota Bogor Rampung

Bogor – Wajah jalan sekeliling Kebun Raya Bogor (KRB) akan berubah rapi. Pemerintah Kota Bogor mulai melanjutkan proyek jalur pedestrian (jalur pejalan kaki) untuk merapikan kawasan pusat kota tersebut. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam diskusi singkat bersama Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Beritasatu.com, dan Investor Daily Primus Dorimulu di Kantor Berita Satu Plaza di sela Penandatanganan Kerja Sama Pemkot Bogor dan First Media, Selasa (29/11) di Jakarta, memaparkan, proyek senilai Rp 32,3 miliar jalur pedestrian di seputaran KRB memiliki panjang 4 kilometer, yang sudah mulai dikerjakan sejak 26 Juli dan akan rampung pada 22 Desember nanti. “Ada empat titik pengerjaannya sekarang. Pertama, jalur pedestrian Jalan Pajajaran yang memiliki panjang 348 m2 dengan lebar 7 meter untuk pejalan kaki dan sepeda,” paparnya. Sedangkan, titik kedua berupa pembangunan jalur pedestrian dan drainase di Jalan Jalak Harupat yang memiliki panjang 1.040 m2 dan lebar 5 meter. Jalur ini juga difungsikan untuk pejalan kaki dan jalur sepeda. Sementara titik ketiga, rehab jalur pedestrian dan drainase di Jalan Juanda sepanjang 1.680 m2 dan lebar 2,5 meter. Titik ini juga digunakan untuk pejalan kaki dan sepeda. Kata dia, pekerjaan yang cukup banyak terjadi nanti di Jalan Otista, yakni sepanjang 700 m2 dan lebar 7 meter untuk jalur yang pertama dan 2,5 meter untuk jalur yang kedua. “Selain itu, ada juga pelebaran Jembatan Otista II sepanjang 12 meter dengan lebar 6 meter. Ada pembangunan turap (TPT) sepanjang 100 m2 dengan tinggi 3,5 meter. Dan yang terakhir ada peningkatan overlay di Jalan Otista sepanjang 700 m2 dengan lebar 15 meter,” beber Bima. Bima menilai, pejalan kaki itu merupakan prioritas. Ini merupakan rencana kita menuju ke arah transportasi yang ramah pejalan kaki. Kita harap juga ini akan mendorong orang untuk jalan kaki. Ia juga mengingatkan agar para pedagang kaki lima (PKL) tak menguasai jalur pedestrian tersebut. “Selain aspek proses pelaksana kegiatan, ketika selesai pembangunan kita mengantisipasi agar pedestrian jangan sampai jadi surga PKL. Ada patroli khusus yang kita sediakan untuk menetralisasi kawasan tersebut,” tutup Bima. Vento Saudale/CAH BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu